Rabu, 29 Juni 2011

Ketika Allah Menjadi Alasan Paling Utama


Oleh : Rico Atmaka

Sahabat-sahabat, ketika Allah menjadi alasan paling utama, maka aku berani memutuskan untuk menikah dan menyegerakannya.

Ketika Allah menjadi alasan paling utama, maka aku berani memutuskan dengan siapa aku akan menikah. Aku tidak banyak bertanya tentang calon istriku, aku jemput dia di tempat yang Allah suka, dan satu hal yang pasti, aku tidak ikut mencampuri ataupun mengatur apa-apa yang menjadi urusan Allah. Sehingga aku nikahi seorang wanita tegar dan begitu berbakti kepada suami.

Ketika Allah menjadi alasan paling utama, maka aku berusaha sekuat tenaga untuk tidak melihat segala kekurangan istriku. Dan sekuat tenaga pula, aku mencoba membahagiakan dia.

Ketika Allah menjadi alasan paling utama, maka menetes air mataku saat melihat segala kebaikan dan kelebihan istriku, yang rasanya sulit aku tandingi.

Ketika Allah menjadi alasan paling utama, maka akupun berdoa, Yaa Allah, jadikan dia, seorang wanita, istri dan ibu anak-anakku, yang dapat menjadi jalan menuju surgamu. Amin.

Sahabat-sahabat, kalau Allah menjadi alasan paling utama untuk menikah, maka seharusnya tidak ada lagi istilah, mencari yang cocok, yang ideal, yang menggetarkan hati, yang menentramkan jiwa, yang.....yang.

...yang......dan 1000 “yang”......lainnya.....Karena semua itu baru akan muncul justru setelah melewati jenjang pernikahan. Niatkan semua karena Allah dan harus yakin kepada Sang Maha Penentu segalanya.

Mading BARQOH

Belajar Peka dan Peduli


Oleh : KH Abdullah Gymnastiar

Saudaraku, andaikata kita ingin tahu masa depan kita, sederhana sekali, lihat apa yang kita lakukan saat ini. Kalau saat ini kita pemalas, yang akan terjadi adalah masa depan yang suram. Begitupun bila licik, pasti masa depan kita tidak berbeda jauh dengan kelicikan yang dikerjakan saat ini.

Karena tidak ada satu pun yang kita lakukan, kecuali akan kembali kepada kita. Perbuatan baik akan menjadi buah kebaikan bagi kita, tidak sekarang, mungkin nanti. Begitu pula jika amal buruk yang dikerjakan, pasti berbuah keburukan pula bagi pembuatnya. Kita semua sungguh harus menyadari dan memahami bahwa tidak ada yang celaka, kecuali buah dari pekerjaan kita sendiri.

Oleh karena itu, kewjiban kita hanya dua hal. Pertama, serius mencari, menemukan kekurangan diri kita; tidak usah pula sibuk membela diri. Kedua, mengembangkan terus kemampuan kita supaya mampu berbuat lebih baik. Karena kemuliaan seseorang dilihat dari tingkat manfaatnya bagi orang lain.

Sebagaian besar orang memang cenderung lebih sibuk dengan kepentingan dirinya, dengan aktivitas yang sepertinya dapat menguntungkan diri. Padahal tidak akan pernah mulia orang yang sibuk untuk mencari keuntungan diri semata.

Orang yang akan sukses dan mulia adalah orang yang senantiasa berbuat untuk orang lain. Sebagaimana yang dicontohkan Rasulullah Muhammad SAW. Dalam setiap detik kehidupannya, beliau berkorban siang malam demi kebaikan ummatnya.

Sebaliknya, koruptor, penjahat, biasanya berkarakter mementingkan diri sendiri. Begitulah bahayanya negara kita sekarang, dimana justru korupsi merajalela.

Untuk itu agar masa depan kita lebih baik, agar kita menjadi orang yang sukses, yang manfaat bagi banyak orang, salah satu cirinya adalah kita harus belajar berupaya menjadi yang mempunyai kepekaan dan kepedulian; terhadap ladang amal, ilmu, perasaan orang lain, dan juga terhadap hikmah.

Begitu ada ladang amal, segera kerjakan,jangan ditunda. Bahkan, dalam radius 5 meter perhatikan sekeliling kita, bisa jadi ada ladang amal dari Allah bagi kita.

Juga terhadap ilmu, setiap saat pertemuan dengan siapapun harus menjadi ilmu dan hikmah yang manfaat bagi kita. Rugi sekali kalau aktivitas kita tidak menjadikan ilmu dan hikmah kita bertambah. Lalu kita harus belajar peka dan peduli pada perasaan orang lain. Jangan sampai ada perbuatan, perkataan kita yang mendzalimi, yang menyakiti hati orang lain. Hidup kita harus bersih dari menyakiti hati orang lain.

Mudah-mudahan dengan selalu melatih kepekaan dan kepedulian agar tetap dalam kebaikan, bagi diri dan orang lain, menjadikan masa depan kita lebih baik, lebih barokah, lebih maslahat. Amiin

Sabtu, 18 Juni 2011

Sejuta kasih ibu

suatu sore yang cerah saat aku termenung dalam kesendirian ditemani berbagai tugas kerjaan yan membuatku pusing setengah mati, tiba-tiba ibu datang menghampiriku sambil menidurkanku dalam pangkuannya, kemudian berkata “ Nak..tak masalah seberapa rizki yang kau dapat,yang terpenting adalah jaga kehormatanmu dan orang lain..jadikan orang lain seperti yang kau inginkan dari orang lain,niscaya ia akan kembali padamu”kata-kata itu seolah menambah kepenatanku,spontan aku berkata “ibu tau apa tentang keadaanku,namanya juga nak muda yang ingin berkarir”,,kemudian ibu dengan sabar dan nada lembut beliau berkata “ibu tau jelas bgaimana karktermu nduk,,krena semenjak kecil saat kau terjatuh ibu yang slalu membangunkanmu,bahkan kalau ada yg brkata kurang baik tentangmu,,ibu yang pertama kali sakit sebelm kmu mngtahuinya..”.kemudian ibu kembali kebelakang untuk menyiapkan makan malam,seusai mkan malam aku pun segera bergegas kekamar karena aku biasa mengerjakan banyak hal dkamar pribadiku..sebelum tidur sambil sandaran pda bantal, kata-kata itu terngiang jelas dalam telingaku sampai aku terbangun yang teringat hanya kata-kata “ Nak..tak masalah seberapa rizki yang kau dapat,yang terpenting adalah jaga kehormatanmu dan orang lain..jadikan orang lain seperti yang kau inginkan dari orang lain,niscaya ia akan kembali padamu”.

Seperti hari-hari biasa setiap pagi ibu selalu menyiapkan kopi dan gorengan kesukaanku sebagai sarapanku sebelum berangkat kerja,hingga aku pulang aku disiapin makanan kesukaanku terus dan terus seperti itu hingga aku merasa seolah mnjadi raja (maha suci Alloh yang menciptakan ibu-ibu yang mulia)bahkan setiap jam tiga pagi ibu selalu membangunkanku sekedar bertanya “nduk mau shalat tahajud g?..”,biasanya aku bngung kmudian berkata “ga bu dingin banget..” . ada satu hal yng ibu tidak suka hingga bsa membuatnya marah yaitu bngun siang. Hingga suatu pagi tatkala waktu fajar tiba aku merasa ada suatu yang aneh,,ya,,benar-benar aneh karena biasanya tepat jam tiga pagi seusai shalat tahajud ibu selalu membangunkanku,tapi pagi itu udah jam lima ga ada yang membangunkan, “aah..mungkin ibu tau aku habis capek kerja” gumamku dalam hati..tepat jam 7 setelah bersiap-siap kerja ku lihat ga ada makanan dimeja,,marah sambil bingung kurasa saat itu, ga papa mungkin ibu sedang capek atau lupa fikirku, seperti biasa sebelum berangkat kerja aku slalu pamitan dan salaman pada ibu, wajar saja karena beliau adalah satu-satunya orang tua setelah ayah kepergian ayah, dan sejak ayah pergi untuk selama-lamanya aku udah berjanji “senakal apapun aku,aku ga akan lpa berdoa untuk ayah dan ibuku”..

Tok..tok..tok..ibu...ibu..rijal mau berangkat bu..ibu didalam ga..Ku ketuk pntu kamar ibu tiga kali sambil memanggil ibu.. karena penasaran tanpa jawab,ku buka pintu kamar ibu dan kudapai ibu sedang terbaring disajadah kumalnya sambil mengenakan mukena kesayangannya mas kawin dari ayah,,astaghfirulloh ibu..ibu..ibu...panggilku sambil menggerak-gerakan badan ibu meyakinkan bahwa beliau telah tiada..ku dekap jasad beliau sambil bercucuran air mata,,kudekap,kuciumi seluruh tubuhnya hingga ku peluk dan kucium kedua telapak kakinya,,sambil mendekap jenazah ibu dan air mata bercucuran aku telpon pamanku dengan lidah kelu beliau langsung mengiyakan untuk segera datang kerumahku,,

Tiba-tiba seorang lelaki berbadan kekar dengan berlinang air mata memelukku dan berkata “tabahkan hatimu jal..ikhlaskan ibumu pergi,,kirimkan untuknya doa-doa agar ia bahagia dalam kuburnya,,sekarang anggaplah paman sebagai ayahmu jal..” air mataku semakin deras mengalir..

Sampai akhirnya aku harus merelakan jenazah ibu dikuburkan...

Sedikit catatan kecil buat sahabatku semua,terkadang kita sering merasa akn bersama dengan ayah-ibu kita untuk selamanya,sehingga kita lupa bahwa pada akhirnya mereka akan meninggalkan kita dalam waktu yang tidak pasti,,mari kita muliakan ayah-ibu kita,buatlah mereka tersenyum..

Minggu, 12 Juni 2011

la tahzan (jangan bersedih)

http://www.ziddu.com/download/15335132/LaTahzanJgnBersedih.pdf.html

cerpen habiburahman (diatas sajadah cinta)

http://www.ziddu.com/download/15335049/diatassajadahcintakisahzahid.pdf.html